Sistem Bimbingan Konseling Siswa Bermasalah Menggunakan Metode Backward Chaining
Keywords:
Backward Chaining, Sistem Informasi, Smp Negeri 8 Depasar, PrototyoeAbstract
SMP Negeri 8 Denpasar masih menghadapi berbagai kendala dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling, khususnya dalam proses identifikasi dan penanganan siswa bermasalah. Selama ini, proses tersebut masih dilakukan secara manual melalui laporan wali kelas, pengamatan langsung, serta pencatatan pada buku terpisah, sehingga data kurang terintegrasi dan berpotensi menimbulkan keterlambatan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Sistem Bimbingan Konseling Siswa Bermasalah menggunakan metode Backward Chaining dengan pendekatan pengembangan sistem prototype. Sistem yang dikembangkan dirancang untuk mengotomatisasi pengelolaan data pelanggaran siswa, pengajuan konseling secara mandiri, serta membantu guru BK dalam menganalisis akar permasalahan yang dialami siswa. Fitur utama sistem meliputi login multi-role yang terdiri dari admin, guru, dan siswa, dashboard terintegrasi yang menampilkan statistik skor kedisiplinan, input data pelanggaran secara digital, validasi konseling, serta penjadwalan agenda konseling. Hasil pengujian sistem menggunakan metode blackbox testing menunjukkan bahwa seluruh fitur sistem berjalan sesuai dengan spesifikasi yang dirancang. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja guru BK, akurasi pengelolaan data, serta kenyamanan siswa dalam menjalani proses bimbingan konseling.