Edukasi Melalui Video Animasi 2 Dimensi (2d) Cerita Rakyat Malin Kundang Untuk Anak Usia Dini
Keywords:
Edukasi, Animasi 2D, Anak Usia Dini, Multimedia villamil-molina, Pendidikan karakterAbstract
Penayangan film animasi merupakan salah satu cara bagi anak-anak usia dini ini mendapatkan sebuah pembelajaran berupa edukasi dan mengajarkan nilai- nilai kesopanan. Pengembangan media edukasi berupa video animasi dua dimensi (2D) yang mengangkat cerita rakyat Malin Kundang, dengan tujuan menanamkan nilai moral kepada anak usia dini melalui tayangan yang menarik dan mudah dipahami. Pengembangan animasi dilaksanakan menggunakan model multimedia Villamil-Molina, yang terdiri atas tahap pra-produksi, produksi, pasca-produksi, dan distribusi. Pada tahap pra-produksi telah dilakukan penyusunan konsep, pengembangan ide cerita, perancangan karakter, serta pembuatan storyboard. Proses produksi dilakukan dengan merekam dan menyusun animasi menggunakan perangkat lunak Adobe Premiere dan After Effects, sementara pada tahap pasca-produksi dilakukan evaluasi berkelanjutan, uji alpha oleh ahli materi, dan uji beta oleh guru serta siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa media pembelajaran ini memperoleh tingkat kelayakan sebesar 86,75% dalam kategori sangat layak. Temuan ini menunjukkan bahwa animasi Malin Kundang efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran yang mendukung pengembangan karakter anak usia dini serta dapat meningkatkan pemahaman anak terhadap nilai-nilai positif dalam kehidupan.