Edukasi Melalui Video Animasi 2 Dimensi (2d) Cerita Rakyat Malin Kundang Untuk Anak Usia Dini

Authors

  • Anak Agung Gde Radika Mahaprasta Putra Institut Teknologi Dan Bisnis STIKOM BALI
  • Luh Made Yulyantari Institut Teknologi Dan Bisnis STIKOM BALI
  • I Made Rudita Institut Teknologi Dan Bisnis STIKOM BALI

Keywords:

Edukasi, Animasi 2D, Anak Usia Dini, Multimedia villamil-molina, Pendidikan karakter

Abstract

Penayangan film animasi merupakan salah satu cara bagi anak-anak usia dini ini mendapatkan sebuah pembelajaran berupa edukasi dan mengajarkan nilai- nilai kesopanan. Pengembangan media edukasi berupa video animasi dua dimensi (2D) yang mengangkat cerita rakyat Malin Kundang, dengan tujuan menanamkan nilai moral kepada anak usia dini melalui tayangan yang menarik dan mudah dipahami. Pengembangan animasi dilaksanakan menggunakan model multimedia Villamil-Molina, yang terdiri atas tahap pra-produksi, produksi, pasca-produksi, dan distribusi. Pada tahap pra-produksi telah dilakukan penyusunan konsep, pengembangan ide cerita, perancangan karakter, serta pembuatan storyboard. Proses produksi dilakukan dengan merekam dan menyusun animasi menggunakan perangkat lunak Adobe Premiere dan After Effects, sementara pada tahap pasca-produksi dilakukan evaluasi berkelanjutan, uji alpha oleh ahli materi, dan uji beta oleh guru serta siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa media pembelajaran ini memperoleh tingkat kelayakan sebesar 86,75% dalam kategori sangat layak. Temuan ini menunjukkan bahwa animasi Malin Kundang efektif digunakan sebagai sarana pembelajaran yang mendukung pengembangan karakter anak usia dini serta dapat meningkatkan pemahaman anak terhadap nilai-nilai positif dalam kehidupan.

Downloads

Published

2026-03-31

How to Cite

[1]
Anak Agung Gde Radika Mahaprasta Putra, Luh Made Yulyantari, and I Made Rudita, “Edukasi Melalui Video Animasi 2 Dimensi (2d) Cerita Rakyat Malin Kundang Untuk Anak Usia Dini”, SPINTER, vol. 2, no. 2, pp. 121–126, Mar. 2026.